Awas Pembelajaran Berbasis TIK Dapat Menurunkan Kompetensi

Sistem pembelajaran berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sedang digalakkan oleh pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional, salah satu alasan dipilihnya pembelajaran berbasis TIK yang diberlakukan pada setiap sekolah, selain disebabkan oleh keadaan ekonomi Indonesia yang semakin baik (anggaran pendidikan 20% dalam APBN) dipandang pula sistem pembelajaran berbasis TIK memiliki banyak keunggulan dibanding dengan sistem pembelajaran lainnya, dengan peralatan seperti komputer/ netbook, infokus dan atau koneksi melalui internet, sistem LAN yang  menghubungkan pusat data (server) ke perangkat komputer yang ada di kelas-kelas sangat membantu  Guru dalam memberikan materi pelajaran, karena dengan peralatan tersebut Guru  dapat lebih mengembangkan potensi dirinya dalam berimprovisasi untuk menyajikan  materi pelajaran yang lebih menarik, bermutu dan komunikatif bagi para siswa. Proses pembelajaran dapat juga dilakukan kapan saja dan dimana saja (any time and any where) belum kelebihan-kelebihan lain yang tidak disebutkan dalam tulisan ini.

Di dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan sistem pembelajaran berbasis TIK,  banyak ditemukan fenomena yang menarik di banyak sekolah, yaitu  Guru dalam memberikan materi pelajaran pada siswa terlihat sangat profesional dengan sajian yang menarik dengan ilustrasi-ilustrasi gambar atau video dalam mendukung materi pelajarannya sampai-sampai  siswa terpaku ditempat duduknya masing-masing hal tersebut berlangsung sampai akhir waktu pembelajaran habis, namun sayangnya Guru tadi lupa membuatkan handout baik berupa Hardcopy maupun Softcopy-nya pada siswa, sehingga para siswa tidak memiliki catatan apapun dari materi yang tadi disampaikan Gurunya dan anehnya lagi kejadian Guru tidak memberikan handout-nya ini  terjadi pada hampir setiap mata pelajaran lain yang diajarkan, entah karena lupa  atau ada sebab  lainnya sehingga  Guru tidak dapat memperbanyak materi sebagai Handout yang harus dibagikan pada siswa, yang jelas siswa tidak memiliki catatan yang diharapkan, bila dalam sistem pembelajaran berbasis TIK Guru atau pihak sekolah tidak mengenali kelemahan-kelemahan dalam sistem ini, maka bukan ilmu pengetahuan dan Teknologi canggih yang diperoleh siswa malah sebaliknya kemerosotan kompetensi yang akan didapat siswa tersebut, karena  siswa tidak memiliki bahan materi pelajaran saat ia akan mengulang dan mendalami materi yang telah dipelajarinya. Untuk itu dihimbau kepada Guru dan atau pihak sekolah agar dapat memberikan Handout baik berupa Hardcopy maupun Softcopy materi yang diajarkan pada siswa, sehingga sistem pembelajaran berbasis TIK yang dipandang baik ini dapat mempercepat proses penguasaan kompetensi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>