Uji Kompetensi Sebagai Ajang Unjuk Kerja

Uji Kompetensi Pemesinan

Seluruh siswa SMK menjelang akhir tahun pemelajaran diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Uji Kompetensi (Ujikom), yang merupakan persyaratan yang harus dilalui oleh seluruh siswa. Adapun rangkaian pelaksanaan Ujikom saat diterimanya naskah soal dari Ditpsmk Kementrian Pendidikan Nasional yang didistribusikan melalui Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kab./ Kota untuk selanjutnya didistribusikan ke setiap sekolah (dapat pula diakses langsung melalui alamat ditpsmk.net), setelah soal diterima pihak sekolah, maka langkah selanjutnya adalah pihak sekolah (program studi masing-masing) mempersiapkan seluruh hal  bagi keterlaksanaan Ujikom, mulai dari pembentukan panitia kecil, mengundang pihak orang tua siswa, penguji eksternal sampai pembelian peralatan dan bahan yang diperlukan bagi pelaksanaan Ujikom, setelah seluruh hal persiapan selesai termasuk team verifikator dari Dinas Pendidikan dan Industri melakukan verifikasi terhadap kesiapan pelaksanaan Ujikom, barulah kemudian setiap siswa melaksanakan Ujikom sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, para siswa harus dapat menyelesaikan seluruh materi soal dengan baik untuk kemudian hasilnya akan dinilai oleh penguji Internal dan Eksternal, bila hasil penilaian memenuhi kriteria kelulusan maka  siswa berhak memperoleh sertifikat Ujikom yang dikeluarkan oleh pihak penguji Eksternal.

Pelaksanaan Ujikom ini juga sebagai ajang unjuk kerja bagi siswa untuk menampilkan kompetensi yang dimilikinya, dan bukan hal yang mustahil bila penguji eksternal selain sebagai penguji biasa, tapi juga ia berfungsi sebagai orang yang dapat merekomendasikan pada industri untuk memberikan akses peluang bekerja pada siswa yang berprestasi, maka pemilihan penguji eksternal ini menjadi penting dilakukan oleh pihak sekolah,  dimana Sertifikat Ujikom bagi siswa SMK adalah merupakan salah satu persyaratan yang harus dilampirkan saat melamar pekerjaan, bila Sertifikat Ujikom tersebut memiliki nilai standar Nasional/ Internasional, maka  akan sangat  membantu siswa dalam memperoleh peluang lebih baik saat kompetisi dalam proses recruitment yang dilakukan Industri.

Untuk itu dihimbau pada seluruh program keahlian setiap sekolah agar dapat menggandeng Industri atau institusi pasangannya  memiliki standar baik secara Nasional/ Internasional demi kemajuan siswa SMK di masa datang.
Adapun masalah tingginya biaya pelaksanaan Ujikom tidak dapat dihindari karena  kebutuhan akan penyelenggaraan pelaksanaan Ujikom cukup menyedot tenaga dan biaya, tentu akan berpengaruh pada siswa yang kurang mampu, maka dalam hal tersebut pihak instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Propinsi atau Kab./Kota diharapkan dapat  mengkaji keberatan sebagian siswa dalam melakukan Ujikom. Semoga tulisan ini dapat memberikan penjelasan pada pembuat kebijakan untuk dapat memperhatikan realitas di lapangan yang memerlukan campur tangan pemerintah, terutama dalam masalah pembiayaan dan penyediaan Assesor baik dari kalangan  Industri, BNSP, Lembaga Sertifikasi Profesi lain yang diakui, CISCO dll yang berstandar Nasional/ Internasional. Dengan dipahaminya  kendala-kendala yang ditemukan  di lapangan saat pelaksanaan Ujikom bagi siswa SMK, maka Dinas terkait diharapkan dapat membantu proses penyelenggaraan Ujikom, sehingga tidak memberatkan siswa dan pelaksanaan Ujikom menjadi lebih baik dan berbobot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>